Bagikan
Peran Penting Teknologi Dalam Menghadapi Pandemi

Peran Penting Teknologi Dalam Menghadapi Pandemi

Image
Oleh Administrator
24 Feb 2021

Krisis akibat keberadaan pandemi Covid-19 dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di industri perawatan kesehatan. Dalam memerangi musuh yang tak terlihat ini, diperlukan teknologi yang dapat membantu proses perawatan medis sehingga dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Terutama mengingat jumlah pasien dan korban karena infeksi virus.

Berikut ini adalah 4 contoh implementasi teknologi di dunia medis untuk berurusan dengan Covid-19.

  1. Penggunaan Blockchain.
    Pengumpulan dan analisis data menjadi salah satu komponen penting dalam menangani kasus Covid-19. Metode ini juga telah diterapkan oleh berbagai layanan kesehatan, seperti pusat-pusat pengendalian penyakit dan pencegahan di Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam melacak pasien Covid-19. Namun, data ini hanya dapat diakses oleh pemerintah.

    Bayangkan bahwa data riwayat kesehatan dapat dengan mudah diakses oleh setiap orang, tentu akan mempercepat proses diagnosis dan pengobatan pasien. Ini dimungkinkan dengan blockchain, sistem penyimpanan data digital yang dapat digunakan dalam berbagai aspek layanan kesehatan masyarakat.

    Data pasien akan tetap aman karena dienkripsi dan sifat desentralisasi. Poin-poin penting yang dapat disajikan oleh blockchain adalah kemampuan untuk menghindari ancaman pencurian data, meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan, menangani lebih banyak pasien yang tinggal di daerah terpencil, dan meminimalkan kesalahan pengkodean sehingga mereka dapat mengurangi biaya operasional.

    Blockchains dapat diimplementasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyimpan data riwayat kesehatan pasien, mentransfer data dengan aman, mengatur peralatan dan obat-obatan rantai pasokan, dan membantu para peneliti dalam memproses kode genetik. Hal-hal ini sangat diperlukan untuk dapat dengan cepat mengantisipasi dan menangani efek buruk karena pandemi.

  2. Konsultasi virtual
    Sekarang mulai muncul berbagai aplikasi konsultasi online yang menghubungkan dokter untuk pasien. Meskipun masih banyak orang yang belum sepenuhnya percaya pada metode ini, tetapi ini merupakan langkah maju dalam implementasi teknologi di bidang perawatan kesehatan.

    Di tengah-tengah pandemi ini, jarak fisik sangat dianjurkan, begitu banyak rumah sakit membatasi kunjungan pasien. Dengan adanya konsultasi virtual, tenaga medis dapat melakukan diagnosis dan menangani keluhan pasien secara real time hanya dari layar ponsel. Jika ternyata gejala yang dialami pasien tidak begitu mendesak atau tidak terkait dengan penyakit kronis, maka pasien tidak perlu repot-repot datang ke rumah sakit. Hemat waktu dan energi krusial, sehingga dokter dan perawat dapat lebih fokus pada penanganan pasien Covid-19.

    Tidak hanya itu, konsultasi virtual ini juga memudahkan petugas kesehatan untuk menjangkau lebih banyak pasien, terutama mereka yang tinggal di desa atau daerah terpencil. Healthcare jarak jauh ini selain mampu meningkatkan kualitas layanan dokter dan perawat, juga mencegah virus yang lebih luas. Lebih bagus, beberapa aplikasi dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk memfasilitasi diagnosis.

  3. Artificial Intelligence
    Teknologi intelijen buatan bukan lagi produk fiksi yang biasanya mengudara di layar lebar. Salah satu contoh implementasi AI dalam layanan kesehatan adalah robot yang berfungsi sebagai asisten dokter. Robot ini dapat digunakan untuk memeriksa organ-organ vital pasien dengan virus korona, semprotan cairan desinfektan di sudut rumah sakit, serta media komunikasi antara dokter dengan pasien. Dengan begitu, kontak fisik tidak diperlukan, sehingga meminimalkan risiko transmisi virus.

    Tidak hanya itu, sekarang robot AI juga dibuat untuk melakukan disinfektasi dengan sinar UV dan implementasi AI X-ray sehingga dapat lebih mudah untuk melihat kondisi paru-paru dan organ vital dari virus positif pasien. Tidak diragukan lagi, rumah sakit akan dapat menangani lebih banyak pasien menggunakan teknologi AI ini.

  4. 3D Visual
    Simulasi 3D yang dilakukan oleh Aalto University, Institut Meteorologi Finlandia, Pusat Teknis dan Inovasi, dan Universitas Helsinki dengan jelas menunjukkan bahwa tetesan dilepaskan oleh tubuh saat bersin atau berbicara akan tetap di udara selama 6 menit dan dapat bergerak 3,5 meter. Informasi seperti ini dapat diperoleh karena keberadaan teknologi 3D.

    Kemudian, teknologi pencetakan 3D juga digunakan untuk menghasilkan berbagai peralatan medis, seperti topeng dan ventilator. Terlepas dari lebih cepat, produksi ini juga tidak memerlukan banyak bahan. Teknologi 3D adalah masa depan baru di industri kesehatan, secara signifikan membantu pekerja medis dan peneliti untuk mengetahui lebih banyak dan siap menghadapi ancaman virus seperti sekarang.

Image
Administrator

Aku adalah aku, kamu adalah kamu. kenyataanya demikian dan jangan difikirkan, sudahlah lupakan yang barusan.

ARTIKEL SEBELUMNYA
Tips Untuk Pemula Yang Ingin Terjun Ke Bisnis Online
ARTIKEL SELANJUTNYA
Berikut Beberapa Tren Wisata di Tengah Pandemi

Artikel Terkait