Bagikan
Persiapan Yang Wajib Dilakukan Untuk Memulai Bisnis Digital

Persiapan Yang Wajib Dilakukan Untuk Memulai Bisnis Digital

Image
Oleh Administrator
24 Feb 2021

Pembuat konten Imam Priyono berbagi pengalaman ketika terjun ke bisnis digital. Mantan jurnalis melihat semua wirausahawan sekarang mencoba menembus pasar digital.
"Ekosistemnya masih dapat dimasukkan oleh banyak pihak, dan pengusaha saya rasa memiliki kesadaran yang sama. Saya pikir segala jenis bisnis dimasukkan ke dalam konten digital," kata imam dalam sesi BNPB dengan BNPB.

Imam berharap bahwa semua pebisnis akan terus mempelajari dan memanfaatkan ekosistem digital ini. Karena, ada kalanya lebih banyak profesional yang terjun di ranah Internet.
"Tetapi memang ada kondisi, sekarang dalam ekosistem digital, banyak profesional telah datang ke sana. Jadi kualitas konten lebih baik, lebih menantang," katanya.

Situasi kemudian berdampak pada produksi konten digital yang semakin profesional. Kompetisi untuk konten digital juga semakin ketat pesaing untuk memenangkan jumlah pemirsa.
"Jadi untuk teman-teman yang memasuki ruang digital saran saya semakin profesional, semakin banyak Ngulik lagi, karena memang persaingan akan semakin kompleks," tambah Imam.

Tidak lupa, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dari pada kompetitif berkelanjutan. "Jika Anda tidak hanya tidak hanya kompetisi, gereja adalah kolaborasi. Seperti pengacara jika Anda harus belajar siaran untuk memasuki digital, lebih baik, lebih baik berkolaborasi," katanya.

Resep Bisnis Bisa Bertahan saat Pandemi Covid-19: Segera Go Digital
Pandemi sebelumnya Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia belum menunjukkan tanda kedaluwarsa. Dampak nyata dirasakan oleh hampir semua lini bisnis, terutama UMKM.

Salah satu strategi bertahan, bahkan eskalasi, usaha kecil dan menengah yang dapat dilakukan memasuki ekosistem digital. CEO dan co-founder Vincent dana Iswara mengatakan, pada kenyataannya, karakter pasar di Indonesia telah menunjukkan pergeseran dari transaksi tunai dan transaksi fisik terhadap non tunai.

"Di Indonesia, jika tidak keliru, jumlah generasi lebih dari 53 persen atau hampir 60 persen dan rata-rata online 7 hingga 9 jam sehari," kata Vincent di MSME Expo (RT) Billianpreneur 2020 ditampilkan di Vidio .com, Minggu (17/12/2020).

Lanjutkan Vincent, menurut survei, pengambilan keputusan 73 persen atau mengambil keputusan pembelian seperti itu, membutuhkan barang yang dilakukan melalui platform digital. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk segera menjalani digital mengingat pasar yang dimaksud juga telah mentransfer pola belanja.

Dia menyarankan bahwa UMKM dapat 'mengambil bola' dengan memasukkan ekosistem digital.

"Di masa depan jika itu seperti itu, jika go digital gratis dan aman, dari pendanaan dan catatan transaksi aman, seharusnya tidak ada hambatan lagi," kata Vincent.

Pada kesempatan yang sama, CEO dan Co-founder Qasir Michael Liem mengatakan bahwa masuknya UMKM ke ekosistem digital tidak hanya membuat bisnis dilakukan untuk mendapatkan peningkatan laba, tetapi juga lebih produktif.

Selain itu, risiko yang juga lebih kecil dan biaya operasional yang dilepaskan berkurang. Ekosistem digital juga memungkinkan pelaku bisnis untuk memiliki catatan transaksi kejuruan.

"Dan ini tidak hanya dapat meningkatkan laba, tetapi juga produktivitas untuk meningkatkan upaya mereka lebih lanjut," katanya.

Image
Administrator

Aku adalah aku, kamu adalah kamu. kenyataanya demikian dan jangan difikirkan, sudahlah lupakan yang barusan.

ARTIKEL SEBELUMNYA
Tips Untuk Pemula Yang Ingin Terjun Ke Bisnis Online
ARTIKEL SELANJUTNYA
Peran Penting Teknologi Dalam Menghadapi Pandemi

Artikel Terkait